Baik – Baru

Hello Juni! Alhamdulillah bertemu lagi bulan Ramadhan. Sibuk apa?

Sudah lama ngga nulis ya. Lama sekali. Lama ngga nulis sejalan dengan lama ngga baca buku. Lama ngga ngobrol-ngobrol banyak :’D
Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimmushshaalihaat.. setelah beberapa kali nulis kegalauan soal tugas besarnya mahasiswa semester akhir, siang ini dikasih tau sama teman soal kabar ‘baik’.

posting 2

Sudah bukan mahasiswa lagi
tanggung jawab baru
kewajiban baru
dan sudah harus lain-lainnya.. salah satunya (mungkin) ngga di Jogja lagi 😦
Antara sedih bahagia dan haru~~

8/06/2017
©Nenden

 

Diungguli Masalah Dunia, Ajak Mereka Berlomba-Lomba Dengan Akhirat

berlomba dalam urusan akhirat

Terkadang hati dan iman kita sedang lemah, kita bisa jadi timbul rasa iri, mereka bisa segera meraih kenikmatan dunia, sedangkan kita terkadang sibuk dengan menuntut ilmu dan dakwah sehingga dunia tidak banyak kita dapat. Maka kita ajaklah mereka berlomba-lomba dengan akhirat misalnya:

-ketika mendengar teman sudah bisa punya rumah dengan membayar KPR maka kita katakan, kita juga sedang membangun rumah disurga dengan memakmurkan masjid dan amalan lainnya.

-ketika mendengar anak tetangga lancar les bahasa inggris, maka kita katakan, anak kita sudah lancar bahasa Arab.

-ketika mendengar teman sudah kulias S2 atau S3 di Amerika dan Eropa maka kita katakan, saya sudah menghapal sekian juz Al-Quran dan berpuluh-puluh hadits.

Al Hasan Al Bashri mengatakan,

إذا رأيت الرجل ينافسك في الدنيا فنافسه في الآخرة

Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah dia dalam masalah akhirat.”

Wahib bin Al Warid mengatakan,

إن استطعت أن لا يسبقك إلى الله أحد فافعل

Jika kamu mampu untuk mengungguli seseorang dalam perlombaan menggapai ridha Allah, lakukanlah.

Continue reading

Umumnya.. tapi..

(Curhat)

18423788_463106944026244_744820658229511673_n

Sebagaimana harapan orang tua pada umumnya, harapan bapak ibu pun sama -melihat anaknya sukses dengan setidaknya pernah mencicipi pekerjaan (merasakan bekerja).
Sebagaimana perasaan anak-anak pada umumnya, perasaanku sebagai seorang anak dari bapak ibu pun sama -ingin melihat mereka bahagia kalau bisa mewujudkan keinginan mereka.

Tapi –bukanlah apa dayaku sebagai anak– beberapa pertimbangan sudah dilakukan, Begitulah kiranya sebelum memberi keputusan.
(Boleh ngga kalau bilang seandainya? Ya, sayangnya tidak boleh menggunakan kata andai)
Andai bapak ibu mengijinkan untuk meneruskan belajar di tempat yang apabila telah selesai masa belajar tidak akan memperoleh gelar, maka itulah keinginan terbesar.
Andai bapak ibu mengijinkan untuk bekerja dimana di sana diijinkan begini begitu, maka itulah harapan.

Tapi (lagi-lagi tapi), pertimbangan lain.
Walau wajah tidaklah ayu,
tubuh tidaklah ‘bagus’,
diri tidaklah pandai,
tapi bunga tetaplah bunga. Akan tetap mengundang ia yang tabiatnya tergoda.

Continue reading

(Materi Kajian Muslimah) Adab Muslimah Ketika Suami Meninggal Dunia

Ditulis oleh: Ustadzah Ummu Nabiilah Siwi Nur Danayanti

disampaikan dalam kajian muslimah: Ketika Suami Meninggal Dunia

Istri manapun tentu akan merasakan duka yang sangat mendalam ketika kekasih hati –suaminya tercinta- meninggal dunia. Namun, musibah yang terjadi di dunia ini jangan sampai menjadi musibah di akhirat karena seorang muslimah salah bersikap saat dirundung duka. Hendaknya sebelum musibah terjadi, seorang muslimah mengetahui bagaimanakah harus bersikap saat musibah meninggalnya suami terjadi padanya. Berikut beberapa adab muslimah saat suami meninggal dunia:

  1. Bersabar

Setelah sekian lama bersama mengayuh biduk rumah tangga dalam suka dan duka, akhirnya Allah memisahkan sepasang suami istri lewat kematian. Sedih tentu akan dirasa. Namun, hendaknya seorang muslimah bersabar dengan musibah tersebut.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh Kami berikan cobaan kepadami dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Baqarah: 155)

Sesungguhnya kesabaran dalam menghadapi musibah adalah salah satu bentuk kebaikan seorang muslim. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Sungguh mengherankan perkara seorang mukmin itu. Sesungguhnya seluruh perkaranya adalah baik baginya. Dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapat sesuatu yang menggembirakan, dia bersyukur maka itu kebaikan baginya. Jika ia ditimpa keburukan, dia bersabar maka itu kebaikan baginya.”(HR. Muslim)

Hendaknya wanita yang suaminya meninggal tidak mengumbar kesedihannya dengan menangis sejadi-jadinya karena hal ini termasuk bentuk ketidaksabarannya menghadapi musibah tersebut. Bahkan bisa jadi hal itu dicatat sebagai dosa baginya dan siksaan bagi si mayit. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

Dua perkara yang terdapat pada manusia dan hal itu merupakan bentuk kekufuran adalah mencela nasab dan meratapi mayit.”(HR. Muslim)

Continue reading

Memandang Pekerjaan

Ada hal yang menggelitik saya dari percakapan kemarin bersama teman. Rasa-rasanya ingin ditulis tapi… kok bingung mulai dari mana. Coba ya.

“Kalau kita kan masih mending ya, kerja bisa dimana aja.” kata teman.
“Iya.”
“Mba Z juga dia kerja di bank M****** bagian dalam lho.”
“Wah, M****** bagian dalam? Hebat ya.”
“Iya, tapi ngga tau bagian apanya. Pokoknya bagian dalam.”

Bekerja di suatu bank apalagi buat freshgraduate lulusan dari sebuah jurusan yang memang pas kuliah pun bayangannya seolah selalu “kerja di bank”, rasa-rasanya sebuah hadiah besar. Apalagi bagian dalam bukan cuma sekedar menjadi seorang CS atau teller, dia langsung dapat nilai plus. Di benak saya sendiri bagian dalam itu selalu “akunting” :D, posisi yang sulit diduduki seorang freshgradute katanya. Maka, dengan bekerja di bank dan nilai plusnya mendapat posisi di bagian dalam merupakan hal yang refleks untuk ditanggapi dengan kata “Wah atau Wow”, hebat!

Saat itu, ntah kenapa pikiran saya sulit menanggapi dengan teliti sehingga keluar kata “Wah” padahal coba kembali diingat kata-kata teman sebelumnya apa? Kerja di bank M******. Iya, salah satu bank konvensional wk.
Kenapa harus keluar kata “Wah”? Mungkin tepatnya tanggapannya bisa diawali dengan kata “Kok”. Misal: Kok di bank itu?; Kok bisa?. Setidaknya dengan diawali kata ‘Kok’ ada maksud tertentu. Kok bisa bekerja di bank konvensional padahal selama kuliah dicekoki dengan hal yang namanya riba, memboomingkan syariah, akad-akad syariah, fiqh muamalah, dll.
Continue reading

Cerita-cerita (tentang apa ya?)

Helo Maret!

Pekan pertama menuju pertengahan bulan Maret. Ada yang spesial? NO!
Ngga pernah berinteraksi dengan hilir mudik teman-teman di kampus. Hm.. sudah hampir dua bulan. YAP!
Mau mulai cerita dari mana ya? Bingung! Sebingung memilih kata buat di tulis di ***, yhahaa teman dekatnya anak semester akhir.

Okay!
Dulu -sekitar semester 3- ada sebuah kertas putih yang ditulis dua hal di atasnya yaitu APRIL dan 2017. Yap, APRIL 2017, kemudian kertas itu ditempel sebagai ALARM. Dan setiap semester selalu ta ganti kertas dan kata yang mendampingi “APRIL 2017”.
Semester t u j u h kemarin, sengaja ta rinci apa yang harus dilakukan mulai dari responsi magang, acc proposal skripsi and etc. Tapi ya begitulah, angin berhembus tidak pernah mengikuti keinginan perahu.. dua target lolos buat dicapai. APRIL 2017 meleset begitu saja hehe, alhamdulillah ‘ala kulli haal.

Menaklukkan kesibukan yang harus dikerjakan semester sekarang memang tidak semudah yang dibayangkan. Ada ego yang harus ditaklukkan, ada rasa malas yang harus dibunuh, ada godaan-godaan yang ga boleh dilirik 😀
Tapi memang, katanya sebaik-baik skripsi adalah yang selesai. Dah tau!! Tapi waktu selesainya itulah yang setiap orang berbeda. Ngga bisa diukur dengan pandai atau tidaknya orang, besar atau kecilnya IPK seseorang tapii tergantung pribadi masing-masing bisa terus bersabar, kuat, menurunkan ego and etc yang penting DOA!

Chat dengan teman yang udah acc munaqosah (whihii):

[5/3 5.57 PM] نيندين: Men apa orang lain juga biasa aja?

[5/3 5.58 PM] Nunung: Biasa aja gmana men?

[5/3 5.59 PM] نيندين: Biasa aja ngerjain skripsi nya men?

[5/3 6.00 PM] Nunung: Iya… Selesai dgn baik men.

[5/3 6.00 PM] Nunung: Baik not same with perfect

[5/3 6.00 PM] نيندين: Selesai dg baik tuh gimana men? Jelasin meen. 😈

[5/3 6.08 PM] Nunung: Hahaha… Gmna ya men,,, bingung😂

Haha, aku juga ikutan bingung men.
Dah cukuplah. Bingung!

harapanSumber: Fesbuk ustadz Dzulqarnain

Helo Maret Helo Skripsi.. !!
Helo April Helo ACC Munaqosah.. !! (?)
AAMIIN

Ini tentang skripsi ternyata wk.

Rabu (udah RABU?!), 08 Maret 2017