Lelah mencari rezeki

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Kutulis surat ini untukmu.

Untukmu yang tengah lelah mencari rezeki yang halal.

Untukmu yang saat ini dilanda putus asa karena sulitnya mengumpulkan rupiah demi rupiah.

Untukmu yang dilanda himpitan ekonomi.

Dan untukmu pula yang sedang berjuang mengumpulkan semangat, mendirikan usaha walaupun sederhana.

Aku tau, betapa lelahnya mencari rupiah itu. Usaha keras namun kadang hasil tidak seberapa. Menempuh jarak yang jauh, panas, atau kadang kehujanan, belum lagi harus memikirkan beban ini itu tapi kamu tetap tegar agar bisa mendapatkan rupiah yang aku tau itu tidak akan mencapai ratusan ribu tiap harinya. Hanya supaya anakmu bisa sekolah, istrimu bisa memasak makanan untukmu dan juga untuk anakmu tentunya.

Belum lagi keresahan yang melanda akibat pekerjaan yang belum selesai dikerjakan dan kamu takut pelangganmu menaruh curiga, tidak sabaran, bosmu akan marah, gajimu dipotong.

Belum lagi persaingan yang semakin ketat. Banyak teman-temanmu yang mendirikan usaha sepertimu. Ya, mereka juga lagi mencari rupiah dan kamu pun harus memikirkan segmentasi pasar yang baru, strategi agar usahamu tetap berkembang setidaknya pelangganmu tidak lari. Atau bosmu tidak memecatmu karena ada pekerja baru yang lebih gigih darimu.

Ah, tidak semudah itu ternyata mencari rezeki. Tapi, bolehkah aku beri saran?

Aku memang tidak tau betapa khawatirnya dirimu ketika hari itu tidak mendapatkan rezeki yang bisa saja pada hari itu juga banyak kemungkinan terjadi. Mungkin anakmu tiba-tiba disuruh bayaran sekolah, beras dan perlengkapan di dapur habis yang menyebabkan istrimu tidak bisa memasak makanan.

Yang aku tau dan rasakan hanya beratnya mencari uang dan keresahan lainnya yang terus melanda. Ya, itu yang aku tau. Dan yang aku tau juga menghabiskan uang itu sangat mudah. Betapa sulitnya membedakan antara keinginan dan kebutuhan ketika uang itu ada di depan mata.

Tapi, aku harap kamu tidak menjadi hamba dunia, hamba dinar dan dirham hanya karena kamu takut kelaparan, takut miskin, takut tidak semodis teman-temanmu, atau takut hidup serba pas-pas’an.

Celaka hamba dinar, hamba dirham dan hamba khamiishah (pakaian mewah). Jika diberi ia senang, jika tidak ia marah, celakalah ia dan tersungkurlah, kalau terkena duri semoga tidak tercabut.” (HR. Bukhari)

Ingatlah setiap kita telah dijamin rezekinya oleh Allah Ta’ala,

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Al Lauh Al Mahfuz).” (QS. Huud: 6).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah Ta’ala mengabarkan bahwasanya Dia Yang menjamin akan rezeki seluruh makhluk, dari seluruh binatang melata di bumi, besar kecil dan daratan atau lautannya.” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim, pada ayat di atas).

Syaikh As Sa’dy rahimahullah berkata, “Maksudnya adalah seluruh yang berjalan di atas muka bumi baik dari manusia atau hewan darat atau laut, maka Allah Ta’ala telah menjamin rezeki dan makanan mereka, semuanya ditanggung Allah.” (Lihat kitab Taisir Al Karim Ar Rahman di dalam ayat di atas).

Betapa akan selalu tenangnya kita jika kita terus mengingat hal ini ditengah keletihan mencari rezeki dan mungkin perkataan Hasan Al-Bashri rahimahullah ini akan membuatmu tidak khawatir kehilangan sebagian  rezekimu,

Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah ditanya: “Apa Rahasia di dalam zuhudmu di dalam dunia?” Beliau menjawab,

“Aku telah mengetahui bahwa rezekiku tidak akan pernah ada yang mengambilnya selainku, maka tenanglah hatiku untuknya, dan aku telah mengetahui bahwa ilmuku tidak akan ada yang melaksanakannya selainku, maka aku menyibukkan diri dengannya, aku telah mengetahui bahwa Allah mengawasiku, maka aku malu berhadapan dengannya dalam keadaan maksiat, aku telah mengetahui bahwa kematian menghadangku, maka aku telah siapkan untuk bekal bertemu dengan Allah.”

Jika hari ini penghasilan atas usaha kerasmu tidak seberapa. Jika hari ini kekhawatiran telah menguasaimu karena sulitnya bersaing, sulitnya mencari pekerjaan. Maka selalu ingatlah akan janji Allah bahwa setiap kita telah ditetapkan rezekinya dan ingatlah apa yang menjadi rahasia zuhudnya Hasan Al-Bashri rahimahullah.

Terakhir, berusahalah mencari rezeki yang halal biarlah yang kamu dapatkan jumlahnya sedikit. Semoga Allah mencukupkanmu, membuat hatimu dan orang yang kamu tanggung menjadi lapang. Ketahuilah daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram itu tidak akan masuk surga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Wahai Ka’ab bin Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram, neraka lebih pantas untuknya.” (HR. Imam Ahmad dan yang selainnya)

Kekayaan itu tidak dinilai dengan banyaknya harta benda, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan (yang hakiki) itu adalah kecukupan di dalam hati.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Image source : FB ustadz Dzulqarnain M. Sanusi
Image source : FB ustadz Dzulqarnain M. Sanusi

“……Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. (Ath-Thalaq : 2)

Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. (Ath-Thalaq : 3)”

Alhamdulillaah ‘ala kulli haal.

Yogyakarta, 15 Januari 2015

Kutulis ini sebagai motivasi ketika sedang berada di posisi (seperti) seorang ayah dan merasakan  betapa lelahnya seorang ayah yang bekerja mengais rezeki. Walhamdulillah.

Dariku, Ghaaziyah

Referensi :

1) Prinsip seorang muslim kala mengais rezeki dan ingin sembuh dari penyakit.

2) Nasehat berharga kepada setiap pedagang.

3) Kiat-kiat agar rizki anda barokah.

4) Sampai kapan kelalaian ini berakhir.

One thought on “Lelah mencari rezeki

  1. baca “wa mayyatawakkal fahuwa hasbuh”, malah inget sebelum & terusannya,
    “wa mayyattaqillaaha yaj’allahuu makhrajaa. wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib. wa mayyatawakkal fahuwa hasbuh. innallaaha baalighu amrih. qad ja’alallaahu likulli syai-in qadraa.” (ayat 1000 dinar)
    itu sebutannya aja sih, kayak kita menyebut “ayat kursi”. seingetku dulu, kalo ayat itu sering dibaca, melapangkan rejeki dll (lupa lain-lainnya, hehe).

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s