Hatimu akan penuh sesak

Hatimu akan jadi penuh sesak apabila tidak bisa berlapang dada, memaafkan, melupakan, melepaskan, ridho dan terus menginginkan sesuatu yang sebenarnya tidak pantas dimiliki.

Hatimu akan jadi penuh sesak sehingga ruang untuk bahagia, berbagi, berbuat baik, dan bersikap tulus menjadi berkurang.

12020041_188439151487617_5256515556782226131_n

Aku beri tahu sesuatu.
Apa kamu tahu tentang intan yang terbaik? Kata Tere Liye (Tere Liye, Negeri di Ujung Tanduk) sepotong intan terbaik itu dihasilkan dari suhu dan tekanan yang tinggi.

“Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.

Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasanya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh.”

Intan terbaik.

Tapi intan terbaik itu tidak akan ada apabila kita terus memelihara rasa sakit. Tidak mau berlapang dada. Hanyalah kesedihan dan kesedihan yang terus berlanjut dan menghantui hari-hari. Bukan menjadi intan terbaik, tapi diri malah menjadi lemah, murung, dan tidak ada asa yang melangit.

Maka,
Berlapang dada-lah.

Maafkanlah.
Maafkanlah kesalahan orang lain. Sekecil dan sebesar apapun.
“Maafkanlah dia. Bersyukurlah kepada Allah karena Dia telah menjadikan Anda lebih tinggi darinya. Anda yang disalahi, bukan orang yang menyalahi” Ustadz Musyaffa Ad Dariny.

Lupakanlah.
Lupakanlah kesalahannya. Kalau mau, mintalah kepada Allah agar Ia menghapus ingatan kita tentang kesalahannya.

Ikhlaslah.
Ridholah.
Sabarlah.
Ikhlas-ridho-dan sabarlah dalam menerima ketetapan-Nya. Hingga bisa jadi ringan beban yang ada di pundak. Hati menjadi lapang tidak penuh dengan kesedihan

dan
Lepaskanlah.
Lepaskanlah sesuatu yang engkau harapkan namun ternyata tidak bisa digenggam. Kalau terus menerus diingat-ingat, diharapkan padahal sudah tahu tidak bisa didapatkan, itu sama saja menyiksa diri sendiri, menyakiti hati sendiri.

Jangan biarkan hati menjadi penuh sesak.
Hari ini hujan, tapi selanjutnya siapa tahu akan ada pelangi. Apabila pelangi tidak muncul, bukankah banyak bunga yang bermekaran? Bukankah kita bisa merasakan kesejukan? Bahagia kan?
Tapi, jangan penuhi hati dengan tidak bisa memaafkan-mengikhlaskan-melepaskan. Nanti kesejukan dan bahagia itu tidak bisa dirasakan.

“Maafkanlah dan berlapang dadalah! Tidakkah kalian ingin Allah mengampuni kalian?” (QS. An-Nur: 22)

Selamat berjuang meringankan beban di hati dan menyambut kebahagiaan baru. Menjadi diri yang baru 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s