Lazuardi

Aku selalu menyukai lazuardi.

Duduk terdiam menatapnya lekat.
Ya, aku selalu menyukai lazuardi karena saat itu….

Saat dimana cahaya matahari mencoba melewati ranting-ranting pohon.
Saat dimana burung-burung terbang bebas mengepakan sayapnya. Saat dimana angin menyapaku pelan membawa rindu yang lama terpendam.
Saat dimana aku menatapnya, lazuardi…
Pesan-pesan cinta tersampaikan dan harapan-harapan melangit menuju-Nya.

Dan aku selalu menyukai nasihat ini…

Tidak usah risau apabila nama kita tidak banyak dikenal manusia. Namun kita menjadi buah bibir penghuni langit.

11203585_969729039713831_325641255362508040_o

~Ghaaziyah

Lazuardi. Yogyakarta, 09 Mei 2015
(Gambar via facebook Flower Story)

Advertisements

Sampai bertemu

Akan terus di sini,
duduk termangu menatap lazuardi
atau mungkin sesekali ditemani rinai hujan
Serta berusaha melangitkan harapan.

Sederhana,
Seperti kapas-kapas yang beterbangan
yang kau kira itu dandelion sedang mengawan
Ya, hanya ingin teguh sampai akhir masa

Jannah… Jannah..
Perdagangan-Nya yang sangat mahal, kan?
Kita ingin menepi di sana
Ah.. Tapi raga masih saja nakal!

Baik….
Aku akan berusaha bersabar
Menepis segala godaan
Sebisa mungkin. Harus bisa!

Sampai bertemu..
Esok, lusa.. atau..

Aku tak tahu~

tumblr_nmnqpcNgpz1r4p7vto1_500

 

Ayo, Semangat!

Hei.. Kenapa diam?

Kamu lupa dengan semua tujuanmu itu? Tujuan yang kamu tulis dikertas bergaris dan kamu tempel di dinding putih itu.

Kenapa?

Lelah? Merasa sendiri?

Oh… Ayolah kawan. Bangkit!

Kamu sudah mengikrarkan janji bukan? Telah menceraikan beberapa penggoda, lalu kamu menyerah sebelum sampai?

Kamu mau menepikan perahumu di mana?

Kamu mau mengistirahatkan jasadmu di mana?

Ayo bangkit, kawan !

Perjalanan masih jauh.

Jangan menyerah sebelum sampai!

Jangan biarkan dirimu hanyut terbawa gelombang!

Tak sayangkah?

Tak rindukah bertemu dengan yang selalu merindumu?

Ayo bangkit!

Sendiri?

Tak apa. Bukannya di perjalanan panjang nanti juga akan sendiri?

Lelah?

AH.. tak masalah, nanti kamu bisa minum dengan sepuas-puasnya.

Ayo..jangan sampai tanganmu tak meraih apa-apa.

Ayo bangkit! Semangat!

Tegar itu bukan pilihan tapi keharusan.

Tujuan itu untuk digapai bukan disimpan.

Ayo.. Semangat! Sebelum terlambat.. Sebelum penyesalan tak ada guna.. dan sebelum oksigen itu tak dapat dirasa.

~

1470088_712531412100263_1745562813_n

Yogyakarta, 15 Desember 2014

23:36 WIB

Kita dan Mereka

Kita kalau galau lari ke facebook

Tulis A-Z tanpa koma dan titik

Ditambah kata-kata langsung ditulis tanpa dipikir

Hasilnya karangan bebas penuh cerca dan sindir

Duh, berasa ada di daerah yang kena bombardir

 

Kita kalau banyak pikiran larinya ke tempat hiburan

Katanya sih mau ngilangin beban

Tapi pas pulang malah nambah pikiran

Dompet tipis besok-besok ngga bisa makan

Duh, ini mah jadi “beban berkuadran”

 

Mereka kalau galau langsung baca Al-Qur’an dan dzikir

Ngga nulis aneh-aneh apalagi saling sindir

Hidupnya jadi adem-ayem penuh senyum dibibir

 

Mereka kalau banyak pikiran larinya ke majlis taklim

Biar hati tenang n pahala terus ngalir

Ngga pernah lupa bertawakkal pada-Nya yang maha Rahim

Masalah hilang, diri ikhlas n ngga kikir

———————

Ibnul Qoyyim rahimahullahu berkata,

“Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan takut yang berlebihan, atau timbul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk, atau (ketika kami merasakan) kesempitan hidup, kami  mendatangi beliau, maka dengan hanya memandang beliau dan mendengarkan ucapan beliau, maka hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang. [Al Waabilush Shayyib hal 48, cetakan ketiga, Darul Hadist, Asy-Syamilah] [1]

 

Baca ini deh, penuh faidahnya ^^ “Hilang dari Pengajian dan Kumpulan Orang-orang Shalih…………

 

Referensi :

  1. http://muslimafiyah.com/hilang-dari-pengajian-dan-kumpulan-orang-shalih-serta-tenggelam-dengan-kesibukan-dunia.html

 

 

Yogyakarta, 01 Sya’ban 1435H ❤