Rumah Mungil

Bismillah.

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca di rumah mungil ini. Apa yang menarik dan bisa didapatkan?

~

12112378_196657157332483_3413460534223614756_n

Panggilah aku (penulis) dengan Ghaaziyah.

Ghaaziyah. Ghaaziyah merupakan nama asli Ummu Syarik. Seorang shahabiyat yang sangat kokoh pendiriannya dalam beragama Islam dan mendakwahkan Tauhid. Ia tetap berada di atas agama yang hanif ini, Islam, walaupun ia disiksa sedemikian rupa. Maasyaa Allah.

Semoga penulis dan kita semua dapat memiliki iman sekokoh Ghaaziyah, Ummu Syarik.

Kenapa harus menulis?

Kata Mas Gun,

“Orang-orang yang menulis itu sedang jatuh cinta, Jatuh cinta pada masalahnya, pada amarahnya, pada kegelisahannya. Sehingga ia mau repot-repot menuangkan menjadi sebuah rekaman kata. Sesuatu yang mungkin tidak pernah ia lakukan untuk hal-hal lain, sesuatu yang mungkin terpaksa ia lakukan untuk pelajaran di sekolah……”

Aku membenarkan kata Mas Gun. Memang seperti itu. Orang yang menulis biasanya merefleksikan apa yang ia rasakan ke dalam tulisan. Ia mencoba mengajak berbicara dan menasehati dirinya sendiri. Mendengar cerita dirinya sendiri.
Orang-orang yang menulis, termasuk aku.

Sedangkan para salafush shalih sendiri menyadari bahwa ilmu yang ditulis oleh para ulama adalah anak cucunya yang kekal setelah. Semoga saja apa-apa yang kita tulis, yang baik-baik, kelak menjadi anak cucu kita.

Ustadz Abu Zubair hafidzohullah dalam syairnya menyebutkan,

Telaga Hati,

Akan datang suatu hari kematian menjemputku,

Tinggalah segala apa yang telah kutulis,

Oh .. andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku

Agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku,

Serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku,

Terakhir,
silakan baca coretan di rumah mungil ini. Apa-apa yang menarik dan bermanfaat silakan diambil-dishare, bebas. Tidak perlu mencari lebih dalam tentang penulis (siapa tau-).

Biarkan aku terlupakan. Itu membuatku lebih baik.

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata saat Ibnu Abbas menyebutkan keutamaannya, “Sungguh aku sangat ingin menjadi manusia yang dilupakan dan terlupakan.”

Salam – semangat

dari Ghaaziyah

di Rumah Mungil

Advertisements